Mulai 25 Desember 2007, Taman Indie Resto disulap menjadi sebuah Kampoeng Tempo Doeloe dengan segala pernak-pernik ornamen yang ada pada masa lalu. Taman Indie mengusung tema Kampoeng Tempo Doeloe dengan konsep suasana kampoeng dan segala keunikan didalamnya. Suasana ini terasa kental dengan penempatan berbagai ornamen-ornamen yang merepresentasikan masa-masa atau suasana kampung-kampung di Indonesia dimasa lalu.
Selengkapnya →
Menghirup udara sore ditemani secangkir teh panas dan serabi, pisang goreng panas atau jajanan pasar hangat lain akan menjadi sensasi tersendiri. Menu tradisional nusantara tersedia cukup lengkap, Nasi Timbel Mangkunegaran, Gudeg Kepatihan, Nasi Kuning Taman Indie, Mie Kocok , juga menu-menu eropa seperti aneka steak dan bermacam sandwich dan burger juga menjadi menu-menu yang tersedia. Apabila menjamu tamu dalam jumlah besar, penyajian Buffet atau a la charte juga bisa menjadi pilihan.
Selengkapnya →
Berbicara mengenai kulinari, adalah hal yang selalu berkembang sesuai dengan tuntutan dari pasarnya. Ribuan tahun lalu, daging hewan dikonsumsi langsung tanpa diproses. Namun sekarang kita akan menemukan ratusan bahkan ribuan nama sajian dari daging dengan aneka rasa. Selain eksplorasi sajian lewat rasa dan cara penyajian, tempat dan suasana pun tidak luput dari “evolusi”. Dulu mungkin tidak pernah terbayang bahwa manusia bisa berada ratusan meter di atas tanah hanya untuk menikmati makan malam. Sekarang berlayar bermil-mil pun disempatkan hanya untuk pesta barbeque di pulau terpencil.
Selengkapnya →
Suasana, rasa dan pelayanan, agaknya tiga faktor ini adalah mutlak yang harus dipenuhi untuk mewujudkan sebuah tempat persinggahan bersantap yang “unforgettable”. Tidak banyak alternatif venue dengan setting alam, setidaknya bagi yang mendambakan ketenangan bersantap dengan alunan musik air dan pemandangan sawah dan sungai….Taman Indie pilihannya.
Posisi
Jajaran air mancur di gerbang Nieuw Indie seolah menuntun pengunjung, dari situ bangunan Loji sebagai landmark menyambut. Tidak lebih dari 200 meter kemudian kendaraan akan masuk di pelataran parkir Taman Indie, bersebelahan dengan Carnival garden Kota Araya.
Selengkapnya →
Menyambut tahun 2005, Kagama Malang Raya kepanjangan dari Ikatan Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada yang dimotori oleh Prof.Dr.dr Janggan Sp…sp…(K) mengadakan gathering. Tajuk Silaturahmi membawa misi untuk menggabungkan anggotanya dalam sebuah forum. Silaturahmi ini akan membawa banyak manfaat,ujar Prof. Janggan, selain pendataan kembali anggota khususnya yang berdomisili atau yang berasal dari Malang Raya.
Selengkapnya →
Fitness center di Araya Family Club kembali memberikan nuansa baru. Sempatkan diri memasukinya, maka akan nampak ruang gym yang lebih luas dengan tambahan beberapa set alat baru. Didukung oleh Sport Equipment merk terpercaya Life Fitness. Merk ini merupakan standar bagi gym eksklusif yang tidak bisa ditemui ditempat lain di Kota Malang. Fitur canggihnya membantu olahragawan untuk merekam dan memantau beban latihan yang telah dilakukan, juga mengukur sampai sejauh mana beban itu bisa disesuaikan dengan kemampuan tubuh.
Selengkapnya →